Perjalanan praktikum 3 gua sudah memasuki babak akhir, dimana 3 minggu lagi mau tak mau gua dan rekan praktikum lainnya harus pulang dari SLH GA ini. Banyak hal yang berkesan dalam praktikum gua kali ini, namun untuk saat ini gua akan menceritakan bagaimana liburan tengah semester.
Setiap tempat praktikum pasti memiliki tempat pariwisata yang cukup menjanjikan untuk dikunjungi termasuk Lampung. Pantai dan laut adalah hal yang pertama dan terutama untuk dikunjungi di Lampung. Pulau yang cukup terkenal di dunia traveling adalah Pulau Pahawang dan tempat itulah yang kami kunjungi.
Rencana orang-orang ke pantai atau laut pasti liburan, tapi gua tetep teguh untuk mencari peradaban dinosaurus yang hilang. Sebelumnya gua sudah menemukan telur dinosaurus di pantai Pok Tunggal, Yogyakarta.
Benar - benar telur kan? Ya itulah yang menjadi penemuan besar gua sebagai Dino's Traveler Sejati. Lanjut dengan perjalanan Pahawang, Gua dan anak praktikum lainnya berangkat pukul 2 pagi dari Banjar Agung menuju Dermaga 2 Pahawang, saat tiba di dermaga gua harus menunggu sekitar 1,5 jam karena ternyata gua datang telalu cepat. Kami sampai pukul 7 pagi dan dermaga buka pukul setengah 9. Waktu 1,5 jam gua habiskan untuk mengelilingi dermaga itu.
Gua mencoba untuk mencari di sekitaran dermagan, apakah ada peradaban dinosaurus yang gua cari di situ? Ternyata tidak ada, hanya ada rumput - rumput yang menari - nari mengikuti gelombang laut Dermaganya rapi dan banyak kapal - kapal kecil yang menunggu untuk ditumpangi.
Kami siap berlibur dan gua siap mencari peradaban dinosaurus yang hilang!
Perjalanan mengarungi lautan terasa sangat menyenangkan. Rasa tenang dan bergoyang ada dalam waktu yang bersamaan. Angin laut yang terasa asin juga terasa manis dengan keindahan pulau sejauh mata memandang. Burung - burung laut yang lewat untuk mencari makan sangat menyukakan hati bagi orang seperti gua yang belum pernah melihatnya.
Perjalanan memakan waktu sekitar 35 - 45 menit, namun tidak akan terasa jika kita bisa menikmati keindahannya. Percayalah laut itu indah. Sampai di tempat pertama untuk menyelam dan menemukan dinosaurus gua memakai kaki kodok untuk memudahkan gua berenang.
Sejujurnya menggunakan kaki kodok sangat menyulitkan karena gua gabisa berenang scuba, jadi gua butuh berlatih sendiri begitu nyebur ke laut. Keram sana sini tetep maksa berenang pake itu barang. Bagi kalian yang ga bisa berenang scuba lebih baik latihan dulu jangan maksa kaya gua karena BAHAYA.
Di atas adalah foto gua baru nyebur, cocok jadi sampul novel ga? Perjalanan gua menyusuri lautan ternyata sangat tidak mudah. Ketahanan nafas gua diuji dan itu menyulitkan, kesalahan gua adalah jarangnya gua olah raga. Selain bikin perut buncit, hal itu juga mengurangi stamina gua beraktifitas. Setelah berenang kebanyak tempat akhirnya gua bertemu dengan peradaban yang hilang yaitu NEMO X DORY. Hilang? Ya, karena susah nyarinya ditempat itu kata bapa tour guide nya.
Nemo badannya, Dory kulitnya, itulah sebabnya susah nyarinya. Setelah berbincang - bincang dengan doi, gua melanjutkan perberenangan yang ada di depan gua, hingga gua tidak menyadari bahwa gua sudah terhanyut arus bawah laut.
Gua hanyut oleh arus bawah laut dan semakin dalam. Saat itu gua ingat bahwa lupa diri dalam diving adalah hal yang sering terjadi. Bahaya yang ada disaat kita menikmati keindahan laut adalah hal yang paling sering dialami traveler di berbagai tempat. Oleh karena itu tetaplah bersama tour guide atau ahlinya jika kalian menikmati keindahan bawah laut. Kegelapan bawah laut menjadikan gua hilang kesadaran dan gelap, hanya bayang - bayang rekan praktikum saja yang terakhir gua ingat sebelum benar - benar tidak sadarkan diri .... .......
Suara nyanyian ombak membuat gua tersadar dan bangun dari hanyutan arus laut sebelumnya. Bertuliskan ELEN menunjukkan bahwa ada orang lain di tempat ini. Mungkinkah? Yang pasti gua harus terus melanjutkan perjalanan gua mencari peradaban dinosaurus yang hilang itu, namun untuk mengekspresikan gua masih hidup, gua loncat kegirangan.
Gua melanjutkan perjalanan gua mencari peradaban dinosaurus yang hilang dan menyusuri tempat itu. Banyak hal yang dapat gua pelajari dari melihat keindahan ciptaan Tuhan disana. Tanaman bakau yang lebat, air laut yang jernih hingga gua bisa melihat dasarnya, dan hamparan air laut yang ada hingga mata jauh memandang. Hingga suatu saat ada panggilan seseorang yang gua kenal, yaitu partner julid gua.
Doi adalah orang selalu membawakan topik julid untuk diperbincangkan. Kemampuan gua untuk menambah bumbu atas topiknya membuat kesinambungan partikel - partikel topik yang dibahas. Sekitar 10 menit kita julid dan ternyata doi memberitahukan kita ada di Maldives. Tempat para skuy - skuy livinger berada untuk madu bulan. Ternyata arus ombak membawa gua jauh dari Indonesia.
Gua yang rindu Indonesia memutuskan kembali dengan cara apapun, ternyata mata gua di tutupi oleh keindahan Pahawang yang seperti Maldives ini. Sekitar 30 menit kami menghabisi waktu berjalan - jalan di Resort Andreas ini yang bisa dibilang kaya Maldives, bagus banget. Setelah itu gua memutuskan kembali karena apa yang gua cari tidak kunjung datang menghampiri (?)
Itulah perjalan gua sebagai Dino's Traveler Sejati yang tidak menemukan peradaban apapun kali ini, hanya rare Nemo x Dory saja. Namun gua tidak akan menyerah untuk mencarinya, beberapa sahabat Dino's Traveler memberitahu gua bahwa ada tempat yang memberi petunjuk keberadaan peradaban itu. Apakah gua akan kesana? Mungkin, skripsi dulu kali ya.
Terimakasih Pahawang, see ya!
Bonus!














Tidak ada komentar:
Posting Komentar